AWAL DIKENAL T-SHIRT/KAOS OBLONG
Di Indonesia T-shirt
dikenal dengan kaos. Tshirt sendiri merupakan fashion budaya barat yang merambah
ke Indonesia. Banyak cerita mengenai awal dikenalnya tshirt di dunia fashion, Kaos
berasal dari kata shirt yang berarti kemeja, huruf T didepan kata T-shirt karena
bentuk Tshirt itu sendiri seperti huruf ‘T” ada juga yang berpendapat T-shirt
itu kepanjangan dari Training Shirt yaitu T-shirt yang dipakai oleh tentara militer
Amerika untuk latihan militer.
Sebelum dipakai sebagai
pakaian sehari-hari, T-shirt merupakan pakaian aktivitas seperti latihan dan
udara panas atau dipakai tentara saat
tidak meggunakan seragam. Model T-Shirt saat itu hanya kaos leher bulat dan berwarna
putih saja, tidak ada variasi model dan warna.
MASA KEPOPULERAN T-SHIRT
T-shirt menjadi icon pakaian yang
diperhitungkan berawal ketika tahun 1947 aktor Amerika Marlon Brando memakai T-shirt
saat memerankan tokoh Stanley Kowalsky pada film “A Street Named Desire”. T-shirt
tersebut berwarna abu-abu berleher bulat, terlihat melekat ketat ditubuh bermodel
lengan pendek. Di tahun 1955 film berjudul “Rebel Without A Cause” dibintangi
James Dean, memakai Jaket merah belengan panjang dan didalamnya dilapisi tshirt
putih. Ketika film ini menjadi box office saat itu, pamor tshirt sebagai icon fashion
diperhitungkan dan dikagumi. Masyarakat
mengganggap T-shirt menjadi sesuatu yang baru.
Banyak pihak menganggap Kaos ini memberontak
budaya yang tidak sopan dan beretika yang
berlaku saat itu, Kaos yang selalu dipakai sebagai pakaian dalem menjadi
pakaian luar yang dipakai sehari-hari. Moment itu memulai anak-anak muda
memakai Kaos sebagai lambang kebebasan jiwa muda dalam mewujudkan kreatifitas.
Sejak saat itu tshirt menjadi trend fashion melanda dunia, tshirt menjadi pakaian
sehari-hari. Kesan Kaos menjadi keren, fashionable dan trendy sangat melekat saat
memakai Kaos.
Kepopuleran Kaos terus berkembang ditahun
60-an, Kaos menjadi symbol kumunitas, gerakan, partai dan promosi tentang banyak
hal. Salah satunya komunitas hippies yang menjadikan Kaos sebagai symbol, Kaos dengan berbagai warna menyerupai
motif abstrak pelangi. Gerakan hippies ini menjadi revolusi total dari Kaos,
komunitas musik, organisasi politik, gerakan social non profit, lingkungan mendukung
kepopuleran Kaos kala itu. Sejak tahun 60an sampai saat ini Kaos masih tetap mejadi
tren fashion sebagai lambang akutualisasi dan
menjadi media yang efektif sebagai media souvenir untuk mempromosikan
apapun.
Pekembangan
dunia yang dinamis dari mulai politik, lingkungan, musik, film, televisi,
teknologi, fashion dll turut mempengaruhi perkembangan design Kaos. Tidak
jarang Tshirt dengan tema film Miami Vice (90-an), Komunitas Green peace,
Tshirt metal Gun N roses (80-an), Tshirt I love new york (80an), Kaos
idola Justin bieber (2000-an), kaos tv kartun simpson (90an) dll, selebriti dan orang terkenal baik artis maupun tokoh dunia juga
mempengarungi perkembangan dan kepopuleran kaos sampai saat ini.
Membicarakan tshirt tidak bisa lepas
dari pekembangan design graphis pada tshirt itu sendiri. Seiring dengan
perkembangan teknologi sablon dan design. Kaos dihiasi dengan berbagai gaya
design, penggunaan font, warna dan teknik sablon tertentu membuat tshirt
mendukung aktualisasi pribadi, komunitas, organisasi maupun perusaahan dalam
mengangkat kepekaan merk pada masyarakat. Merk Kaos bermunculan dari kelas merk
local, distro-distro dan kelas designer. Kaos
telah menjadi wadah dalam mewujudkan ide design sehingga mewarnakan dunia
design dan fashion. Perkembangan
Kaos tidak hanya dari bertambahnya fungsi, namun modelnyapun terus bertambah
dari bentuk leher, bentuk lengan, ukuran, model T-shirtnya dan penambahan
elemen seperti kerah, manset, printing (sablon), warna baju dll.
Ditanah air, perkembangan Kaos
dimulai dari kota Bandung sebagai pusat tekstil Indonesia. Sumber Daya Manusia
yang sangat memadai dan kreatifitas dari anak muda Bandung membuat design Kaos berkembang
sangat pesat dan disukai oleh pasar dalam negeri. Designer Kaos terus
bermunculkan, design terbaru dan ide unik terus dikembangkan oleh mereka.
Designer T-shirt Bandung terus membuat design idealis khas local yang akhirmya
diiringi dengan berdirinya banyak distro (distribution outlet) sebagai wadah
designer Kaos untuk menjual hasil karya mereka. Dengan didukung oleh masyarakat
lokal, kebudayaan dan musisi lokal membuat kaos khas distro khas anak bangsa
terus dicintai masyarakat Indonesia.
Didunia
promosi Kaos yang ditekuni Prodeez, Kaos membantu pengusaha produk, jasa, acara-acara,
program, komunitas, partai dan kelompok social supaya produk mereka lebih dikenal
masyarakat. Produk yang belum dikenal masyarakat menjadi dikenal, yang sudah
dikenal akan terus diingat msyarakat. Tentunya dengan promosi yang terencana,
promosi Tshirts bisa meningkatkan penjualan dan pendapatan untuk perusahaan. Tidak
jarang sebuah produk terkenal bisa membagikan tshirt sampai 200.000 pcs untuk
mempromosikan produk mereka. Dan akan
sangat efektif jika dibagikan kepada sasaran konsumen yang tepat.
Artikel: "sejarah T-shirt/ Kaos" Oleh : www.prodeez.com Produsen kaos promosi,baju
promosi,tas promosi,bantal promosi,kaos polos, kaos souvenir, seragam kerja,
bantal souvenir, tas souvenir, tas kreatif, kaos olahraga, seragam olahraga,
kaos anak, kaos polo, kaos wanita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar