Rabu, 21 Mei 2014

Jenis teknik sablon

JENIS CAT SABLON & TEKNIK SABLON

Cat Sablon Rubber , cat yang digunakan bersifat padat dan menutup kain cocok untuk kain warna gelap maupun terang. Banyak dipakai dan mudah didapatkan dengan berbagai merk . Dapat dipakai diatas jenis kain apapun bahan lycra, spandeks dan rayon

Cat Sablon Cat Air, bersifat transparant dan menyerap kain, sangaat lembut dan cocok utk warna kain muda. Hasil sablon akan terlihat natural dan lembut, cocok untuk sablon full print

Cat Sablon Puff/timbul, penambahan proses dengan cat yang jika dipanaskan akan mengembang. Catnya bisa dibeli yang siap pakai. tersedia dalam bentuk cat rubber maupun plastisol. Prosesnya yaitu sablon cat timbul dulu kemudian baru sablon perwarna sehingga pada saat dipress heat akan terlihat emboss dibagian yang diinginkan




Cat Super White:
Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.

Cat Plastisol:
Tinta ini berbahan PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus pengeringan. Hasilnya luar biasa bagus dan lembut dan tetap mengikuti kelembutan kain dan warnanya menutup permukaan kain dengan sempurna

Cat Sablon Metalik, proses sablon yang ditambahakan bubuk metalik siap pakai sehingga sablon terlihat mengkilap metalik seperti cat mobil, cat metalik bisa dikombinasikan dengan cat timbul untuk mendapatkan efek yang beda 

Cat Separasi, Yaitu cat yang dibagai menjadi 4 warna cyan,magenta,yellow dan Black (CMYK). Proses ini dilakukan 4 kali CMYK, biasanya untuk gambar foto realis sehingga hasilnya sungguh mirip.

Teknik foil, sablon dengan dilapisi alumunium foil kertas dengan cara diheat press sehingga kertas foil tersebut ditransfer dgn proses  pemanasan ke kain. Hasilnya mengkilap seperti aluminium foil. Tersedia banyak warna dan motif perak, emas, merah, hijau, biru, pelangi dll. Harus diperhatikan kwalitas foilnya karna jika berkwalitas rendah foil akan mudah luntur

Teknik Gliter, proses penyablonan dengan ditambahkan butiran gliter sehingga kesan yang dihasilkan mengkilap. Gliter terdiri dari banyak warna dan raimbow dan dengan kehalusan berbagai jenis. Penggunaanya dengan mencampur bubuk gliter dan lem. Pengamplikasiannya lapisan cat sablon dahulu kemudian lapisan terakhir campuran gliter dan lem

Teknik Flock/bluduru, teknik sablon dengan peanggunaan bubuk bludru sehingga permukaan sablon seperti kain bludru. Bludru terdiri dari 2 macam berbentuk lembaran dan bubuk. Dalam teknik flock ini kwalitas lem harus sangat diperhatikan karena kwalitas lem mepengaruhi hasil flocking, banyak kasus flock bisa rontok pada saat pencucian dengan tangan.

Teknik Glow in the Dark, Teknik sablon dengan menambahka bubuk khusus yang dapat menyerap dan memantulkan cahaya pada ruangan gelap

Teknik Discharge, Teknik sablon dengan mengunakan kimia untuk mengangkat warna dasar kain, hasilnya warna kain pada tempat tertentu luntur menjadi putih,krem atau abu. Prosesnya bisa sampai disini aja atau bisa disablon diatas bagiann kain yang luntur itu, efek yang dihasilkan gambar terlihat nempel sekali natural dan lembut


DISTRESSED atau VINTAGE: Teknik inovasi grafik dengan membuat tekstur sehingga gambar terlihat pecah-pecah dan terlihat usang/kuno.

SHATTER BASE: Jenis tinta untuk menciptakan kesan pecah (crack). Tinta ini diciptakan agar mudah pecah saat mengering dan untuk pengeringan membutuhkan flash curing.

ROCK BASE: Teknik high density menggunakan tinta rock base untuk menghasilkan cetakan dengan permukaan kasar seperti batu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar